PIDATO AKHIR TAHUN REKTOR UHAMKA



PIDATO AKHIR TAHUN REKTOR UHAMKA

OLEH : MAUDY LUSI FEBRIANTI

MANAJEMEN FEB UHAMKA

    Ragam Bahasa dibagi menjadi 2 bagian yaitu Ragam Bahasa Tulis dan Ragam Bahasa Lisan. Yang membedakan ragam tersebut ialah Ragam Tulis akan menggunakan kata yang terstruktur penulisan kalimatnya akan jelas Subjek, Predikat, Objek dan Keterangan dan menggunakan baku ketika ragam tulisan baku. Namun Ragam Lisan tidak memperhatikan struktur kalimat sehingga belum tentu menggunakan Subjek, Predikat dan Objek dengan tepat. 

   Dalam video tersebut termasuk ragam bahasa lisan baku, karena didalam video tersebut penyampaiannya secara langsung. 

   Contoh perbedaan Ragam Bahasa Lisan dan Tulisan dari segi

a. Tata Bahasa

    1. Bentuk Kata
  • Ragam Bahasa Lisan “Tapi kami mendorong kepada semua dosen karyawan dan mahasiswa turut aktif dan berpatisipasi dalam pemilihan kandatan dengan menggunakan kabinetnya.”
  • Ragam Bahasa tulis : “Namun kami mendorong kepada semua dosen karyawan dan mahasiswa turut aktif dan berpatisipasi dalam pemilihan kandatan dengan menggunakan kabinetnya.”
  • Ragam Bahasa Lisan “Civitas akademika Uhamka ucapkan duka yang mendalam atas bencana yang terjadi sepanjang tahun 2018.”
  • Ragam Bahasa Tulis : “Civitas akademika Uhamka mengucapkan duka yang mendalam atas bencana yang terjadi sepanjang tahun 2018.”
    2. Struktur Kalimat
  • Ragam Bahasa Lisan “Kami turut andil dalam penganan bencana musibah di indonesia dengan ngirim tim.”
  • Ragam Bahasa Tulis “Kami turut andil dalam penganan bencana musibah di indonesia dengan mengirimkan tim.”
b. Kosa Kata
  • Ragam Bahasa Lisan “Dalam kesempatan ini saya ingin menyampaikan beberapa catatan penting di penghujung tahun 2018”
  • Ragam Bahasa Tulis “Dalam kesempatan ini saya menyampaikan beberapa catatan penting di akhir tahun 2018” 
  Dalam penggunaan bahasa Indonesia pada teks tersebut dapat dilihat dari kriteria kaidah bahasa yang meliputi aspek tata bunyi, tata bahasa, kosa kata, ejaan, dan makna. Contoh dari teks tersebut ialah :

“Fakultas akademika Uhamka mengucapkan duka yang mendalam atas bencana yang terjadi sepanjang tahun 2018. Diantaranya bencana gempa bumi di Bengkulu di Kepulauan Talau, gempa bumi dan tsunami di Tunggala serta yang terakhir tsunami di Selat Sunda.”

   Kalimat di atas sudah sesuai dengan kriteria kaidah bahasa yang meliputi aspek tata bunyi, tata bahasa, kosa kata, ejaan, dan makna. Seperti “mengucapkan” bukan “ucapkan.”

Daftar Pustaka


Sugono, Dendy. 2009. Mahir Berbahasa Indonesia dengan Benar. Jakarta: Gramedia

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SEJARAH BAHASA INDONESIA

COVID-19 BERDAMPAK PADA MANAJEMEN KEUANGAN DI INDONESIA